Carnival Acoustic

Hmmm… ada satu lagu yang lagi demen banget gue dengerin beberapa minggu belakangan ini. Judulnya “Carnival Acoustic Puck Version” yang dinyanyikan oleh The Cardigans. And here’s the lyrics!

=================================

Carnival Acoustic Puck Version
by The Cardigans

Carnival came by my town today
Bright lights from giant wheels
Fall on the alleyways
And I’m here
By my door
Waiting for you

I will never know
‘Cause you will never show
Come on and love me now
Come on and love me now

I will never know
‘Cause you will never show
Come on and love me now
Come on and love me now

Come on and love me now…

I here sounds of lovers
Barrel organs, mothers
I would like to take you
Down there
Just to make you mine
In a merry-go-round

I will never know
‘Cause you will never show
Come on and love me now
Come on and love me now

I will never know
‘Cause you will never show
Come on and love me now
Come on and love me now

Come on and love me now…

Meskipun gue nggak ngerti tentang lirik-lirik kayak beginian, tapi gue akan tetep nyoba nerjemahin dari perspektif gue sendiri. Dari perspektif orang awam, dengan kata lain gue menerjemahkannya dengan sesuka dengkul gue. Yang ngarang lagu ini pasti nangis lagunya gue rusak xD

Ah, ya! Masa-masa galau. Kalau diliat sekilas sih, ini lagu menceritakan tentang sebuah rombongan karnaval yang sedang ditunggu-tunggu oleh si penyanyi yang akhirnya tampil juga di kota tempat tinggalnya. Tapi setelah gue denger bait keduanya, gue sadar kalau “carnival” ini cuma sebuah perumpamaan untuk seseorang. Seseorang yang tinggal di tempat nun jauh di sana, dan mempunyai sifat yang unik sebagaimana halnya setiap penampilan karnaval. Dan kata “merry-go-round” adalah perumpamaan untuk menyebutkan “dunia” si penyanyi.

Jadi kalau dari yang sekarang gue simpulin, si penyanyi ini lagi kangen sama seseorang. Seseorang yang baru kali ini dia temui dan nggak ada lagi orang yang seperti dia. Sayangnya, orang yang dikangeninnya ini tinggal di tempat yang jauh, dan ketika si orang ini kembali ke kota itu, si penyanyi ini dengan siap menunggu dan menyambutnya.

Next, let’s see. Well, “By my door”, pintu rumahnya, berarti… si penyanyi ini juga siap untuk melindungi dan melayani si orang yang dikangeninnya itu. Dan si penyanyi benar-benar galau karena dia ingin membawa si orang tersebut memasuki dunianya. Tapi yang dikangeninnya itu nggak bakalan tau perasaannya si penyanyi ini karena yang dikangenin itu nggak pernah nunjukin dirinya lagi.

Ya tapi jangan terlalu percaya. Opini orang kan beda-beda xD

Come to think of it, setiap kali gue dengerin lagu ini, enggak tau kenapa gue terus keingetan sama seseorang. Ya, persis. Dia unik, bukan unik sih… lebih tepatnya: aneh, dan yang lebih menyedihkannya lagi, dia bukan aja nggak tinggal di daerah sini. Dia tinggal di luar kota ini, di luar kabupaten ini, di luar provinsi ini, di luar pulau ini, di luar gugusan sunda kecil ini… (oke, ini mulai lebay). Pokoknya, dia jauh sekali pemirsa! Dan untuk saat ini, lagu ini nih, kayak…. apa ya… curhatan gue sendiri.

Ah! Sebuah rahasia besar gue udah gue bongkar sendiri. Dan gue nggak mau ngebahasnya lebih jauh lagi!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s