behind the sins

begini, gue tau kok semua orang pasti pernah bikin dosa. ya kan? dan mungkin ada juga yang udah bikin dosa yang besar, trus malah nyalahin Tuhan. kenapa Dia bikin nasib lu begini. ya kan?

gue bikin dosa apa juga tetep aja gue santai aja karena Tuhan yang netapin gue hidup kayak gini. Tuhan udah ngatur masa depan gue, Dia yang ngatur semua hidup gue sedetail-detailnya. jadi ngapain gue nyesel sama “dosa” yang udah gue perbuat tapi sebenernya itu semua udah diatur Tuhan dari kita lahir sampe meninggal nanti.¬†oke, jujur aja dulu gue pernah mikir kayak begitu. dan pemikiran salah itu terus ada di dalam pikiran gue selama 10 tahun lebih.

dan buat kawan-kawan yang punya pikiran seperti itu juga, gue cuman mau bagi-bagi cerita. kisah ini adalah sebuah kisah yang diceritain sama bokap gue pas gue kecelakaan motor beberapa tahun lalu, yang nyebabin gue punya cacat fisik permanen. dan bokap gue ceritain ini pas paginya gue siuman dari operasi. dan karena gue muslim, jadi gue akan mengganti kata Tuhan menjadi Allah. kalian yang non-Islam juga bisa kok baca cerita ini.

kira-kira percakapan antara gue sama bokap gue dulu ya kayak gini:

gue yang masih belom bisa gerak di tempat tidur rumah sakit, dan saat itu gue lagi makan coklat pemberian yang nengokin gue. mereka pada ngasih gue coklat karena gue suka banget coklat. dan mereka sebenernya adalah orang-orang yang harusnya bertanggung jawab atas gendutnya badan gue ini.

trus bokap gue dateng, eh tiba-tiba dia langsung nanya ke gue, “kalau misalnya kaka (begitu keluarga gue manggil gue) dikasih kesempatan buat ngulang waktu, kaka mau ngulang lagi nggak, biar nggak kecelakaan gini?”

“hmmm… mungkin nggak.” jawab gue.

gue liat alisnya hampir nyambung. “kenapa?”

“ya menurut kaka, mungkin kaka emang harus cacat biar jadi orang yang lebih baik.”

bokap gue ngangguk-ngangguk denger jawaban gue. “bagus… tapi kaka juga jangan nyesel, ya…” katanya lagi seakan-akan dia memang bisa memutar waktu kembali. kali ini cuman gue jawab pake anggukan yang agak ragu. gimana nggak ragu? siapa juga yang mau cacat?

eh, bokap gue malah senyum. “gini, deh. dulu waktu papa masih di pesantren, guru papa ngasih tau kalau sebelum kita lahir ke dunia, sebenernya kita ini udah bikin perjanjian sama Allah.”

janjian? so sweet amat?

“dulu, pas manusia masih ada di dalem rahim ibunya, kita ini masih dalam bentuk roh-roh yang cuman tau cara bermain aja. dan akhirnya tiba juga saat-saat malaikat datang dan ngajak ngobrol kita. kita ini ditanyain banyak sekali pertanyaan-pertanyaan sama malaikat. salah satunya, “kamu mau jadi orang seperti apa nantinya?”. dan kita pun menjawabnya dengan perasaan ringan karena masih nggak tau kehidupan di dunia. gimana kejamnya dunia itu kita sama sekali nggak tau karena kita lama ada di surga.

“setelah kita ngejawab pertanyaan itu, si malaikat itu pun memberikan kita beberapa “jalan kehidupan” ke kita. dan malaikat nanya, “kamu mau pilih jalan yang mana? kalau kamu mau pilih jalan a, kamu nanti akan mengalami hal ini, ini, ini, dan ini. dan kalau kamu milih jalan b, kamu akan mengalami hal itu, itu, itu, dan seterusnya”. dan akhirnya, kita dengan sombongnya ini milih jalan yang menurut kita, kita bakal bisa menaklukan jalan itu. jadi jangan salahin Allah kalau kaka akhirnya jadi begini. karena sebenernya, kaka sendiri yang milih agar kehidupan kaka kayak gini. dan bener kayak yang kaka bilang tadi. mungkin kaka harus begini biar keinginan kaka bisa kesampean.” cerita bokap gue panjang lebar.

“trus, setelah obrolan panjang itu selesai, kita udah bikin kesepakatan sama Allah, akhirnya malaikat ngomong hal yang paling ditakuti, “dan sekarang, kamu akan lahir ke dunia dan menjalani seluruh kehidupannya berdasarkan perjanjian yang telah kau dan Allah buat. sekarang, ingatanmu tentang semua ini akan saya hapus…”, maka lahirlah kita lewat rahim ibu. dan kita menangis karena kita merasa sangat sedih karena harus menginggalkan Allah dan ingatan indah kita selama di surga-pun dihapus begitu saja.” lanjutnya.

gue nggak inget begitu jelas sih ceritanya, berhubung cerita ini diceritain ke gue pas gue masih kelas 1 smp. tapi intinya, baik dan buruknya kita di dunia ini memang Tuhan yang netapin. tapi itu juga berjalan karena kita juga yang menginginkan kehidupan kita seperti itu.

dan inilah apa yang gue sebut dengan “behind the sins”. dibalik dosa, sebenarnya kita sendiri yang sudah membuatnya seperti itu.

ya, berhubung gue cape ngetiknya, semoga kisah tadi bisa jadi bahan renungan buat kalian yang ngerasa hidup ini nggak adil banget. ya, hidup ini memang kejam, tapi jangan pernah salahkan Tuhan untuk itu. semoga bermanfaat :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s